Posts tagged Tuhan

Behind The News – JanjiMu Seperti Fajar

0

JanjiMu Seperti Fajar

Pernah denger soundtrack sinetron ini nggak?

Taukah siapa yang membuat lagu ini?

Tahu cerita dibalik lagu ini?

Pengalaman lagu ini seindah lirik yang di kandungnya. Berikut saya sertakan ceritanya…[break] (dapet dari milis), semoga bermanfaat.

Nama saya Afen Hardianto.

Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.

Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang.

Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami.

Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.

Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya.

Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya.

Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :“jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang Afen”

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan megharapkan akan berujung pada perceraian.

Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis.

Saya berkata kepada Tuhan :

Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?

Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : “JanjiMu Seperti Fajar”, dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.

Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.

Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.

Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.

Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya.

Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan saya.

Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan yang normal dan sehat.

Dan setelah keluarga saya kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.

Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :

Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku,
suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan,
suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku,
semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.

Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.

Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.

(from Afen Hardianto via milis)

Tentang TUHAN

0

Berikut ini ada yang memberikan opininya tentang mencari Tuhan yang baik dan benar dan dikirim melalui contact form saya. Saya akan copy paste dulu, baru saya komentari dibawahnya….


TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN & MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?

Hal ini supaya  kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini, yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan  untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang.

2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ?
[break]
*. Kita bisa mencarinya melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) dan jangan membatasi diri untuk tidak mempelajari seluruh Agama atau aliran kepercayaan atau keyakinan yang ada dan berkembang saat ini.

*. Serta berdo`alah  agar kita diberikan kemudahan dan petunjukdari NYA.

3. Ada “filosofi” atau “HUKUM ALAM” yang kita harus terima, dan itu  bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;

*. Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll, tidak mungkin ada barang tiba-2 ada dengan sendirinya, seperti Bumi, dan Planet-2 lainnya.

*. Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?

*. Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.

*. Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?

*. Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu  menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW), wah kalo Tuhan punya WEB berapa yah hits/day nya ?.

*. Jadi Tuhan tidak akan mungkin  berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.

*. Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau untuk memudahkan membayangkan, bahwa Tuhan seperti Bapak baiknya (kelakuan baik dan perannya).

*. Wujud atau Tubuh Tuhan juga tidak  menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam asumsi atau harapan kita dalam kehidupan kita.

*. Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya), sehingga tidak perlu atau membutuhkan bantuan seperti ada diantara kita yang mengaku jadi “PELAYAN TUHAN”..

*. Sifat-2 Tuhan itu tdk akan sama dengan suatu bentu atau manusia, maka Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? (Bapa yang tinggal di kerajaan syurga), jadi  dimana tempat Tuhan tinggal ?, (mungkin miri Roh kita ada di bagian tubuh mana, Jantung ? Paru-2 ? atau Organ tubah yang lainnya ?.

*. Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal)  di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa  ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).

*. Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya), jadi Tuhan berada diluar tubuh dan pikiran kita ? (dekat atau jauh tergantung bagaimana kita mendekatkan diri dan pikiran kepadanya.

*. Secara nalar (logical in healty thinking) setiap orang (barang siapa ?) yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA atau Juru Selamat, atau dihapus dengan dengan jalan melakukan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran. Agama tertentu, bisa dilaporkan ke KPPU ? kalau di Indonesia.

*. Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layer.

*. Seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?, jadi jangan mengandalkan logika dalam mencari Tuhan, seperti Halnya mengapa kita dijadikan /dilahirkan sbg Orang Jawa, Cina, Bule, dll atau mengapa dilahirkan sbg Laki-2 atau Wanita ? (logika tidak mungkin bias menemukan jawabannya).

*. Jadi  jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai  Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.

4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?

5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya, apalagi ber kata-2 (firman) langsung ?.

6. Seperti Halnya Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun pasti tidak akan tahu dimana Ruh (atau ROH) itu berada dalam tubuh kita.

7. Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenarkan atau diridhoinya., seperti Halnya pada  Bumi dan isinya, Planet, dan mengatur semua di orbitnya, ada yang menciptakan dan mengaturnya tidak ? (renungkan dalam dengan hati yang bersih, kesampingkan dulu keyakinan Agama kita anut).

8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ? (sesuai dengan diberikan petunjuk olehnya ?).

9. Setelah mempelajari secara mendalam dan penuh kehati-hatian, melalui Kitab-2 suci tiap-tiap Agama, Bagaimana Ajarannya, Diskusi dengan para pakarnya, akhir saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (petunjuknya).

10. Dalam memahami Makna tiap-tiap kalimat (ayat-ayat), disitu jelas-2 sekali bahwa  Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an cukup jelas seperti apa Tuhan itu ?.

11. Begitu juga dalam membandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan begitu juga proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda,mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu), betul-2 isinya bukan merupakan pendapat seorang atau kata seseorang (Murid anak Tuhan).

12. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya dari learning point ini, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

Semoga Allah merachmati kita semua, amien.

Wassalam

Ridhawati

(Telp Dirahasiakan)

(Email di rahasiakan)


Hehehehe. Ini bakalan panjang ceritanya. Karena permasalahan agama adalah hubungan antara manusia dengan Tuhannya masing2.

Jadi gini mbak atau ibu Ridha, terima kasih atas info yang diberikan. Saya akan memberikan tanggapan atas info yang ibu berikan. Semua info yang ibu berikan disini lebih mengacu kepada suatu agama tertentu, yaitu agama nasrani, yaitu agama kristen dan katolik (Saya sudah BOLD).

Toh, saya akan tetap berusaha menjawab secara netral.

Ada beberapa poin2 yang saya ambil atas ini, akan saya tuliskan sbb:

Perlu mencari Tuhan? Itu semua tergantung kembali kepada masing2 orang. Kalau memang dia tidak perlu, buat apa mencari? Daripada nanti malah hanya akan merusak citra agama tersebut apabila orang itu melakukan suatu kesalahan….

Cara yang benar? Cara yang benar menurut siapa? Menurut ibu sendiri tentunya…… Mari kita lihat pendapat orang2 lain. Akan saya minta rekan2 saya untuk menanggapinya.

“filosofi” atau “HUKUM ALAM”? Adakah HUKUM ALAM itu? Dimanakah ditulisnya? Yang namanya hukum harus tertulis….

Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya —–><—— Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya)? Dua pernyataan anda ini sangat bertolak belakang. Bisa melihat yang saya maksudkan apa tidak?

Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang? Tau darimana? Ada buktinya?

*. Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal)  di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa  ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).? Hehehehe….. Logika siapa yang anda pakai disini? Bukankah anda MANUSIA juga? Atau anda TUHAN? 1. Menunggu di neraka? Kok bisa di siksa? Tuhankah yang menyiksa saudara? Kabur? Wakakakakakakakaka. Sekali lagi, LOGIKA SIAPA yang anda pergunakan disini?

Pernahkah anda membaca kitab suci tentang adanya malaikat yang mempunyai tugas2 khusus? Semoga mampu menjadi jawaban yang benar buat sesama manusia.

Mata memandang langit itu berwarna biru? Kenapa bisa berwarna biru?

Akhir saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (petunjuknya)? Wah, selamat, saya sudah ketemu banyak orang dengan banyak penganut agama berbeda yang memberikan pernyataan yang sama dengan kitab sucinya masing2.

Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia? Kenapa di sana juga tertulis bahwa orang di luar agama anda adalah orang KAFIR?

Mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu? Hehehe. Sama2 bu. Mohon jangan emosi dulu. Ini cuman for fun. Boleh berdebat, tapi hati jangan panas.

Kembali lagi, saya kembali ke pernyataan awal yang saya buat, bahwa agama adalah hubungan antara manusia dengan Tuhannya masing2. Tidak ada yang berhak mengaturnya untuk saudara. Tidak ada.

Kesimpulan saya atas pernyataan saudara adalah bahwa anda masih belum terlalu mendalami apa yang tertulis di kitab suci saudara. Mohon maap, saya tidak mau menghakimi saudara, tapi saudara terlebih dahulu menghakimi. Silahkan di telaah lagi maksud dan tujuannya. Tahukah saudara semua isi kitab suci saudara? Tahukah secara garis besarnya apa yang terjadi dan tertulis disana? Tolong di pelajari dulu dan kita bisa sharing lagi.

Kalau anda berkata bahwa anda mempunyai petunjuk yang baik dan benar tentang pemilihan Tuhan, silahkan di tuangkan tanpa menghakimi agama lain. Toh tidak ada salahnya juga kan? Justru nanti anda akan mendapatkan opini yang bagus…

Monggo, saya tunggu balasannya.

Salib

0

Seorang lelaki muda yang putus asa, berlutut dan berdoa ; “TUHAN, saya tidak sanggup lagi untuk terus hidup,” serunya. “Salib yang kutanggung terlalu berat.

Lalu TUHAN menjawab, “AnakKU, bila kau tak sanggup menanggung beban salibmu, letakkanlah salib tersebut dan bukalah pintu yang kau lihat disana, masuklah ke dalam ruangannya dan pilihlah salib manapun yang kau inginkan.”

Laki-laki tersebut merasa lega dan ia menjawab,”Terimakasih TUHAN.” Kemudian ia melakukan apa yang TUHAN katakan
padanya. Saat memasuki ruangan yang disarankan ia melihat banyak salib, beberapa diantaranya sangat besar sehingga ujung – ujung salib tersebut tidak terlihat.

Maka ia menunjuk sebuah salib kecil yang tersandar pada jendela yang berjarak agak jauh. Lelaki tersebut berbisik,”Saya memilih salib itu TUHAN. TUHAN menjawab, “AnakKU, itulah salib yang baru saja kau bawa masuk.”

Saat kesulitan hidup menerpa, disitulah kita dapat melihat dan memahami bagaimana orang lain yang mengalami hal serupa dapat mengatasinya. Setelah itu, kau akan merasa lebih beruntung dari apa yang kau bayangkan.

Salibmu

Bagaimanapun beratnya salibmu, dan seperti apapun penderitaanmu pastilah akan ada sinar matahari yang memancar setelah hujan turun. Mungkin kau merasa goyah atau bahkan jatuh, tapi TUHAN selalu berada disisimu untuk membantumu melalui segala hal.

Ironis bila kau dapat mengirim ribuan “lelucon” melalui email dan lelucon tersebut menyebar cepat bagaikan kebakaran, tapi
bila kau mulai mengirimkan pesan tentang TUHAN, orang – orang berpikir dua kali untuk mensharingkannya.

Go to Top