Posts tagged orang
Renungan Kamis
0Baru tadi dapet dimilis…
Seorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam dua
tanaman yang sama pada lahan yang sama, yang membedakan hanyalah bagaimana cara
dia merawat tanaman tersebut. Tanaman yang pertama disirami secara rutin tiap
pagi sore, sedangkan tanaman yang kedua disirami dua hari sekali. Ketika tanaman
itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tersebut.
Perbedaannya cukup mencolok. Dibutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk
mencabut akar dari tanaman yang pertama. Untuk tanaman yang kedua, dibutuhkan
waktu lebih lama yaitu empat menit untuk bisa mencabutnya!
Mengapa hal itu bisa terjadi? Tanaman yang pertama cukup dimanjakan dengan air
yang ia dapat dengan mudah, sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah
yang lebih dalam. Sedangkan tanaman yang kedua karena mendapat suplai air yang
lebih sedikit, maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air sehingga
didapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah.
Cara Tuhan mendidik kita tak jauh beda dengan illustrasi tersebut. Bayangkan
saja jika Tuhan memanjakan kita dengan mengabulkan semua doa yang kita minta
atau tidak pernah mengijinkan penderitaan dan masalah hidup. Tentu ini akan
membuat kita jadi orang yang manja. Tak hanya itu, kita akan menjadi orang yang
cengeng. Akibatnya akar iman kita tidak kuat dan ketika permasalahan terjadi,
dengan mudahnya kehidupan kita tumbang!
Tuhan sangat mengasihi kita, itu sebabnya Dia selalu mendewasakan dan melatih
akar iman kita. Mengijinkan penderitaan, masalah, tekanan hidup atau keadaan
yang tidak menyenangkan, dengan harapan bahwa akar iman kita terus mencari
“Sumber” yang sejati. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memilih untuk menjadi
orang yang manja dengan akar yang rapuh, ataukah menjadi orang yang didewasakan
oleh Tuhan?
Tanpa masalah, kita hanya akan menjadi orang yang manja dan dengan akar iman
yang rapuh.
Semoga dapat menjadi pencerahan….
Tip Sukses ala Bob Sadino
18Selamat pagi, siang, sore, malam dan subuh.
Kakek, nenek, om, tante, kakak, adik dan rekan-rekan.
Ini ternyata ada beberapa tips dari seorang pebisnis sukses, seorang BOB SADINO. Beliau terkenal sebagai seorang pebisnis yang kemana-mana selalu memakai celana pendek. Asik juga tuh… Serasa di Bali terus-terusan…
Tips ini didapet dari milis, cuman sekedar penyambung informasi..
Setelah saya telaah, ternyata banyak informasi tentang bisnis yang memang terkadang menjadi batu sandungan bagi kita (yang sudah berani mencoba ataupun baru-mau-akan mencoba) untuk membuat sebuah bisnis.
Semoga layak dibaca dan membantu anda-anda sekalian. Saya JAMIN anda akan minimal sehebat BOB SADINO… Lha wong sudah terbukti..
) Monggo…
- Terlalu Banyak Ide
Orang “Pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya - Miskin Keberanian untuk memulai
Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “Pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “Pintar” telalu banyak pertimbangan. - Telalu Pandai Menganalisis
Sebagian besar orang “Pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang“bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha. - Ingin Cepat Sukses
Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil. - Tidak Berani Mimpi Besar
Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. - Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis. - Berpikir Negatif Sebelum Memulai
Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang“bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis. - Maunya Dikerjakan Sendiri
Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain. - Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
Orang “Pintar”menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”. - Tidak Fokus
Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang“bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya. - Tidak Peduli Konsumen
Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya. - Abaikan Kualitas
Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “Pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu. - Tidak Tuntas
Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang“bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja. - Tidak Tahu Pioritas
Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan prioritas. - Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Banyak orang “bodoh”yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas. - Mencampuradukan Keuangan
Seorang “Pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan. - Mudah Menyerah
Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut. - Melupakan Tuhan
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal. - Melupakan Keluarga
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin menguras waktu dan tenaga. - Berperilaku Buruk
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena “merasa” sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.
Anda dipersilahkan untuk mentrackback dan mengcopy-paste tulisan ini dengan catatan anda memasukkan referensinya….
Matursuwun, terima kasih.






