Menuruti beberapa info dari milis dan situs, ini ada beberapa informasi yang terkait dengan HUJAN METEOR LEONID yang di perkirakan akan terjadi malam ini (Selasa, 17 Nopember 2009) yang akan terlihat di daerah ASIA dengan prediksi sekitar 200-300 meteor per-jam di langit Asia.

2009Leonids

Untuk lebih jelasnya, masri kita lihat info dari halaman ini: Leonid meteor storms: NASA’s Leonid Multi-Instrument Aircraft Campaign Homepage. Yang isinya seperti ini (dipotong):

According to J. Vaubaillon, the narrow (about 1-hr) shower is expected to peak on November 17, 2009, at 21:43 (1466) and 21:50 (1533) UT, perhaps 0.5 to 1.0 hour later based on a mis-match in 2008, with rates peaking at about ZHR = 115 + 80 = 195/hr (scaled to rates observed in 2008)

Legenda:

  • UT = UTC, Zulu Time atau GMT. UT sendiri berarti Universal Time.

Dari kutipan di atas dapat dilihat bahwa perkiraan puncak dari Hujan Meteor Leonid ini diperkirakan terjadi pada pukul 21:43 dan 21:50 UT. Yang kalau kita konversi ke GMT+7 (WIB) maka akan menjadi 04:43 WIB dan 04:50 WIB. Siap bangun pagi-pagi?

Apa sieh Leonid Itu?

Menurut sumber informasi dari kompas yang sebagai berikut:

JAKARTA, KOMPAS.com — Jangan lewatkan kesempatan untuk mengamati hujan meteor Leonid yang bakal mencapai puncaknya pada Selasa (17/ 11) malam. Pemandangan langka yang tidak semua orang bisa menikmatinya ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di semua wilayah dunia, bahkan paling baik dilihat dari Asia, termasuk Indonesia.

Setiap tahun, hujan meteor Leonid selalu mendapat perhatian dari para pengamat langit. Kali ini, kondisi langit juga mendukung karena bulan dalam fase bulan baru sehingga cahayanya tidak mengganggu. Namun, pemandangan spektakuler ini tentu baru bisa dinikmati jika cuaca tidak mendung.

“Kami prediksi 20-30 meteor per jam di atas langit Amerika dan sebanyak 200-300 meteor per jam di langit Asia,” ujar Bill Cooke, pejabat di Meteoroid Environment Office NASA. Waktu terbiak untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga fajar.

Disebut hujan meteor Leonid karena meteor-meteor yang melesat muncul dari pusat radian di atas rasi bintang Leo. Bulan November ini, rasi bintang ini bisa dilihat di arah Timur Laut pada malam hari. Hujan meteor Leonid berasal dari serpihan-serpihan komet Tempel-Tuttle yang tertinggal saat mendekati Matahari setiap 33 tahun sekali. Saat serpihan-serpihannya melintasi atmosfer Bumi, ia akan terbakar dan terlihat sebagai meteor.

Ukuran serpihan-serpihan berupa debu dan es itu rata-rata tak lebih besar dari butiran pasir. Namun, ada beberapa yang sebesar biji kacang atau kelereng. Namun, karena arah gerak serpihan-serpihan itu berlawanan dengan gerakan Bumi, kecepatan meteor yang melesat bisa mencapai 72 kilometer per jam dan kadang-kadang membentuk jalur cahaya yang panjang dengan rona cahaya putih, biru, atau hijau.

Jumlah meteor yang melesat setiap tahun berubah-ubah tergantung bagian yang bersinggungan dengan atmosfer Bumi. Tahun ini diperkirakan lebih banyak meteor yang terlihat dibandingkan tahun lalu. Namun, pemandangan paling spektakuler pernah terjadi antara tahun 1999 dan 2002 saat ribuan meteor bisa dilihat dalam setiap jam sehingga mirip badai meteor.

Dari yang saya pertebal di atas, diketahui bahwa Leonid meteor itu adalah serpihan komet Temple-Tuttle yang tertinggal saat mendekati matahari setiap 33 tahun sekali… :) Dah ngerti kan?

Beberapa foto-foto yang tertangkap kamera:

leonids_chen_big leonids1_detail leonid7_wise_big Glackin-Leonids2001 leonids2001c-large leonids2001a-large 1152253p

Berikut tips dari TempoInteraktif:

Tips Menikmati Hujan Meteor:

Yang terbaik ada pergi daerah pedesaan. Keluar kota jika Anda bisa. Jika Anda memiliki lampu yang bisa ditenteng, maka pergilah ke bukit atau tempat yang tak terhalang bangunan dan pohon tinggi.

Baju hangat dan selimut atau kursi malas menjadi pilihan tepat karena anda akan semalaman bergadang di alam terbuka. Leonids dapat muncul di mana saja, dengan possi berbaring akan memudahkan mata menyapu langit di atas dengan luas, sehingga setiap gerakan cahaya di langit bisa tertangkap mata.

Biarkan mata anda selama 15 menit untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan. Leonids biasanya datang dalam ledakan. Tidak ada peralatan khusus yang diperlukan. Teleskop dan teropong tidak berguna karena meteor bergerak terlalu cepat.

Planet Bumi akan melewati sungai yang lebih padat kemudian, tepat sebelum fajar hari Rabu di Indonesia dan Cina. Tapi meteor tidak akan terlihat dari Amerika Utara karena terjadi pada siang hari.

Tips Mengabadikan Hujan Meteor:

Jangan lupa kamera, baik untuk pemotretan atau video. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tripod. Selain bisa meredam getaran dan goyang, tangan juga tidak pegal mengarahkan kamera terus menerus ke atas.

Sebelum mengarahkan kamera ke langit cek terlebih dulu kepekaan cahaya atau sering disebut ISO atau ASA. Bisa menggunakan asa rendah untuk mendapatkan efek gerak atau asa tinggi untuk bisa membekukan obyek dan mendapat hasil yang maksmal, asa rendah antara 100-500 dan asa tinggi pada 800-3.200 (tergantung kemampuan kamera dan kondisi yang terjadi). Untuk kamera digital jangan ragu untuk mengubah-ubah asa untuk mendapatkan hasil terbaik.

Untuk kamera video, jangan lupa mengatur white balance, agar mendapatkan warna sesuai atau mendekati kenyataan. Caranya dengan menaruh kertas putih di depan kamera dan direkam beberapa menit. Untuk kamera foto digital, bisa dilakukan white balance dengan beberapa kali menjepret ke kertas putih beberapa kali.

Sudah siap melihat HUJAN METEOR LEONID?

Okay, ini caranya:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 18 Nopember 2009.
  • Waktu: Subuh (02:00-05:00), terbaik pada 04:43 WIB dan 04:50 WIB.
  • Arah yang dilihat: Semua arah, yang terbaik Timur Laut.
  • Bawa kamera yang lensanya bagus (Jgn lp tripod!!)
  • Laporan di blog ini!!! Hehehe..

Jangan lupa berdoa semoga tidak mendung dan langit cerah. Selamat mencoba.