Posts tagged langsung

Info Flu Babi

0

Ini adalah post layanan masyarakat oleh Yohanes Budi Lelono dalam rangka penyebaran informasi mengenai flu babi. Informasi di dapatkan melalui situs-situs pemerintah, WHO dan mailing list. Anda dipersilahkan untuk menyebarkan informasi ini agar kita dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dan dapat memberikan pertolongan dengan lebih cepat.

PENYEBARAN FLU BABI H1N1 DI SELURUH DUNIA

  • Saking cepatnya menyebar, pada tanggal 6 Juli 2009, WHO akhirnya menghentikan monitoring jumlah orang yang terjangkit Flu Babi. Angka terakhir (19 Juli 2009), menyebutkan bahwa Flu Babi sudah menyebar di 160 negara, menjangkiti 137.215 orang dan mengakibatkan 800 orang meninggal. Walaupun persentase kematiannya relatif kecil, tetapi yang mengkhawatirkan adalah kematian-kematian tersebut terjadi di negara-negara maju yang mempunyai sistem perawatan kesehatan yang relatif baik.
  • WHO sudah menyatakan bahwa Swine flu “Unstoppable” dan memasuki tahap 6 yaitu “Widespread Human Infection”.
  • Sebagai contoh N egara Inggris sudah kewalahan untuk menangani penyebaran Flu Babi. Semua penderita diwajibkan untuk tinggal di rumah saja, tidak dianjurkan ke Rumah Sakit dan masuk ke website penanganan pandemi Flu babi. Dalam 1 (satu) jam, website dikunjungi 9 juta orang. Website tersebut membantu ana lisa apakah seseorang menderita Flu Babi atau penyakit yang mirip lainnya seperti Meningitis. Lalu bila sudah bisa dikonfirmasi mengalami indikasi terjangkiti penyakit Flu Babi, pada bagian akhir website tersebut akan memberikan nomer untuk pengambilan obat Flu babi. Saksikan videonya.
  • SITUASI DI INDONESIA Menurut WHO pada tanggal 23 Juli ada 322 kasus di Indonesia. Di Asia tenggara, Indonesia ranking kedua setelah Thailand.
  • Departemen Kesehatan RI menyediakan khusus website untuk penanggulangan Flu Babi. Berikut websitenya

LANGKAH PENCEGAHAN

  • Cara mencegah penularan Flu Babi dilakukan melalui langkah-langkah “kebersihan diri” (Personal Hygiene) dan meningkatkan ketahanan tubuh (makan makanan bernutrisi, minum banyak air dan cukup istirahat). Lihat poster info dari WHO.
  • Salah satu pencegahan yang paling efektif adalah dengan mencuci tangan. Sampai-sampai WHO mengajarkan secara rinci metoda mencuci tangan yang terbaik. Lihat poster dari WHO.
  • Beberapa negara sudah mulai menyuntikan vaksin. Tulisan tentang ini telah dituliskan setahun yang lalu. Tapi saat ini nampaknya Indonesia sudah terlambat bila mau menyiapkan vaksin, karena semua negara-negara di dunia sudah berebut..

INDIKASI TERSERANG FLU BABI

Berikut ciri-ciri bila seseorang terserang Flu Babi:

Flu Babi
  • Panas badan melebihi 38 C
  • Terasa lelah (Lethargy)
  • Tidak ada nafsu makan
  • Hidung mengalir
  • Merasa sakit tenggorokan bila menelan
  • Batuk
  • Otot-otot sakit
  • Sambungan tulang nyeri
  • Mual-mual dan ingin muntah
  • Diare

Bila mengalami gejala-gejala tersebut diatas, silahkan menghubungi 100 rumah sakit di Indonesia yang mampu untuk merawat penderita Flu Babi. Berikut daftar 100 rumah sakit resmi dari Depkes yang mampu untuk menangani Pandemi Flu Burung (kemudian Flu Babi). Namun di Jakarta hanya ada 3 (tiga) Rumah Sakit yaitu:

  • RSPI Dr Sulianti Saroso Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta – 021-6506559
  • RSU Persahabatan Jl Persahabatan Raya No.1 – 021-4891708, 4891745, 4751741
  • RSPAD Gatot Subroto Jl Dr A Rachman Saleh No 24, Jakarta Pusat – 021-3441008, 3840702

Demikian beberapa informasi dan mudah-mudahan bermanfaat. Saya secara pribadi sekarang menerapkan pola cuci tangan yang disiplin dan langsung istirahat bila sedikit saja terindikasi flu.

Balada Sebuah Tas

0

Semalem pulang ke Bali. Naek Lion Air JT010 yang di delay 30 menit tanpa pemberitahuan dan permintaan maap. Adil ajah gitu… :p

Perjalanan ke bandara lancar saja dari rumah, dateng langsung masuk dan check in setelah say goodbye ke Disha, Istri, Fani dan Papa yang ikut ngaterin ke bandara.

Pas di dalam pesawat, “pesawatnya baru neh…!” kataku.. Bunyinya kayak mainan gasing… Nginggg…. Gini toh bunyinya kalo pesawat masi baru… Hehehe.
[break]
Maklum, belum pernah beli pesawat Boeing 737 baru.. :p

Ke Bali di lalui 1 jam 40 menit dari Cengkareng (katanya… Nggak ngitung sieh….) Percaya aja deh ama pramugari. Daripada diturunin di tengah jalan ntar?

Kebetulan kompartemen luggage di atas kursi nomor enam udah penuh… Perasaan beli tempat dua biji deh, kok udah penuh aja kompartemen di atas yak?

Tanya ke pramugarinya, disarankan agak ke belakang, diatas nomor dua belas kalo ga salah….

“Yak!”, start dari Cengkareng langsung merem…. Mulus maknyus take-off nya….

“Okeh!”, bangun-bangun kayaknya udah di deket Bali deh…. Lumayan, tidur 1 jam-an…

Pendaratan mulus maknyus kayak take-offnya…. Hape langsung ON semuanya. Tiada kabar berita… “Wah, lagi sepi update nih!”

Begitu mendarat, semua penumpang yang tampangnya kucel kucel langsung berdiri dan mengambil tasnya masing-masing (“Oiiiii, belum juga berenti pesawatnya…!”) dan langsung pasang sikap ngantri beras mau keluar pesawat… Hahaha…

Ya sudah, tunggu aja deh, males ribet-ribet ke belakang ngelawan manusia-manusia yang sudah nggak sabar mau keluar pesawat… (Heran, pada mau kemana sieh? Bisnis malem-malem? Apa kebelet?)…..

“Ah, udah mulai sepi… Cek sebentar tas-nya…”

Cek punya cek sambil celingukan, “Woittttt!!!!!!! Kemane tu tas?“, dalam hati. “Kok ngilang dari tempatnya?

Dibantu sekitar tiga pramugari, di cari di setiap bangku dan kolong sampe ke nomor 20 an juga gada.

“Haduh, mana semua kerjaan disana semua, laptop, sertifikat, dll. Cilaka tujuh belas!”

“Tas saya warnanya kuning ngejreng dari bahan ABS(bahan helm) mbak”, ujarku. “Gak mungkin hilang, kalo gak bener-bener niat ngambil tu orangnya.”

“Nah, kok ada tas backpack yang ketinggalan”, cek dikit, eiger mereknya.

Walah, masa tas Boblbee People’s Delite ku diganti tas Eiger Backpack?” (Sombong dikit.., biarpun lg kehilangan. Hehehe)

Panik mulai melanda, badan rasanya lemes setelah mencari-cari tanpa hasil sekitar 5 menit.

“Sial!”, kataku sambil mengutuki keputusan menaruh tas di kompartemen lain dan tidak perhatian.

“Harusnya tak tinggal aja laptopnya emang.. Biar di pake istri…”, kataku dalam hati.

“Kemungkinan ada yang bawa mas. Coba saya tanyakan dulu”, kata seorang pramugari.

Langsung pramugarinya melaporkan dan langsung ditanggapi oleh security perjalanan udara dan di teruskan ke bagian arrival.

Ternyata di confirm di sana ada yang melaporkan salah bawa tas, dan dia kekurangan satu tas eiger itu…..

Nyess…. Leganya hati… :)

Yasuds, segera ke bagian arrival..

“Mana tu orang yang bikin daku sport jantung malem-malem? Biar tak jadiin sambel matah…”, kata ku dalam hati sambil kesel banget. Hehehe.

Ketemu juga ama tas kesayanganku… Ternyata emang ketuker, ada group yang bawa crew sendiri, maen ambil aja semua luggage yang di kompartemen atasnya orang itu. Isi formulir dikit dan beres deh…….

Pas ketemu orang yang bawain tasnya dari pesawat, otomastis keluar kalimat “Ya terima kasih aja udah dibawain ke arrival ya mas. Maap agak berat. Hahaha”.

Pelajaran malem ini adalah:

* Sengantuk apapun, jangan lengah. Coba kalo tak perhatiin yang keluar-keluar sambil bawa tas. Pasti dapet deh itu tas dan gak sport jantung

* Kalo naro luggage di pesawat, usahakan di atas kepala kita.

* Kalo ga bisa, informasikan ke penumpang di bawah kompartemen akan keberadaan tas kita.

* Be positive, kita ga bakal pernah tahu hasil akhir dari sebuah kejadian nyata.

Makasih ya mbak-mbak pramugari Lion Air JT010, mahap merepotkan. Terima kasih bapak security dan teamnya di arrival bandara Ngurah Rai atas sikap sigapnya. Terima kasih, tadi belon sempet ngomong soalnya.

Sambil lega dari shock, kutelp dodok,

“Iya om?”, nada suara dodok seperti baru bangun tidur…

Wekekke… “Jemput dong dok… ”

Sampe rumah sekitar 15 menit, agak gerimis…. Dodok langsung ngacir pulang.

Thanks ya Dok…

Buka pintu, lihat sekeliling


Lho, kok kotor semuanya?” (Tunggu kelanjutan ceritanya… Mungkin besok, mungkin lusa, mungkin besoknya, mungkin lusanya… :p)

Go to Top