Archive for September, 2010

Small Investment, Big Impact Activation

3

Tadi baru dapet pengalaman baru pas mengikuti so called “interview”….

Baru tadi dapet pengalaman yang namanya “interview massal” yang di tutup dengan penawaran gaji yang kurang ideal (atau lebih tepatnya buruk), yang pastinya nanti membuat kita merasa bodoh (atau memang?) apabila kita mengambilnya… Ini masih premature conclusion sieh..

Semua berawal dari sebuah iklan yang tidak jelas yang dilanjutkan dengan aplikasi dan telepon untuk wawancara… Sempet reschedule, menyesuaikan dengan ijin “cuti” yang menyesuaikan juga dari kantor…

Begitu sampai di lokasi (ruko), langsung diarahkan ke lantai penthouse a.k.a. lantai paling tinggi di ruko itu.. Sudah ada bbrp orang yang berkumpul ternyata…
Lanjut dengan isi-isi formulir (yang notabene semua infonya ada di CV, malah lebih lengkap).
Eh, tiba-tiba si mbaknya (sebut saja mbak X) mengumpulkan semuanya dan mengumumkan adanya wawancara massal.

Kita potong sedikit disini. Saya rangkum dengan istilah “diskusi” pada waktu “wawancara massal” itu yang dimana sebenarnya sepertinya si mbak X ini “disuruh” untuk mengkail informasi dari calon pelamar mengenai pasar, metode marketing, good corporate governance, leader characteristics, human resources problems, etc. Tak lupa, interview massal ini juga diselingi dengan pengenalan karakter salah satu produk, yang terkesan sebagai hidden message dari mereka.

Seperti yang sudah saya tulis di atas tadi, acara ini ditutup dengan personal “salary offer” yang terasa seperti main-main saja… Lebih cocok untuk fresh graduate….

Loh, apa hubungannya sama Low Budget High Impact Activation yang lagi marak belakangan ini? Begini, udah mengerti kan cara “mereka” untuk “mengkail” informasi dari calon-calon pelamar tadi?

Untuk biaya pasang iklan, dengan good-deal di salah satu media iklan tenaga kerja terbesar di Indonesia hanya butuh di bawah 1 juta rupiah untuk paket 3 kali pasang dengan jangka waktu 2 bulan.

Biasanya dari pemasangan iklan bisa dapat hingga 100 pelamar, dari yang sesuai klasifikasi hingga yang main-main saja. Nah, kita coba panggil saja semuanya. Nah, kita dapet 100 orang yang tertarik membeli “kucing dalam karung” kan?

Informasi produk sekilas dengan proyeksi keuntungan dan sistem MLM yang ditawarkan menjadi titik puncak penawaran “interview massal” ini. Disinilah kunci dari semuanya itu.

Pertama, dengan harga alat yang murah dan penggambaran proyeksi keuntungan yang 5 kali lipat investasi dalam 1 kali produksi, siapa yang tidak tergiur?

Kedua, mereka mendapatkan informasi gratis untuk media promosi situs mereka tentang bagaimana seharusnya terjual dan strategi yang terkait untuk itu.

Ketiga, dengan word of mouth marketing yang lebih ampuh dari metode-metode marketing yang manapun, dapat menggaransi nanti terjadinya sales.

Ke empat, dengan melakukan kegiatan diatas, mereka sudah menjalankan “training” sales secara murah (kalau tidak mau dibilang gratis) kepada calon sales (baca: calon pelamar) mereka.

Dimana anda bisa mendapatkan team sales yang mau bekerja gratis untuk keuntungan suatu produk dengan biaya dibawah 5 juta (beserta dengan overhead cost tentunya) sebanyak kurang lebih 100 orang di jaman ini? Hari gini? Hehehehe…

Ini yang saya maksudkan dengan Low Budget High Impact Brand Activation “on the move”…. Cukup murah kan?

Ada opini lain mengenai hal ini?
Semoga tulisan ini dapat “mencerahkan” beberapa pembaca blog ini.

Monggo saya tunggu komentarnya.

Salam hangat dari Jakarta, Indonesia.

Ps:
Kalau memang ini yang mereka lakukan sebagai “the real viral marketing”, ini sudah benar. Tapi kalau ternyata ini cuma sebagai upaya test the water mereka untuk mencari cara lain, jelas mereka sudah mendapatkan lebih dari yang mereka inginkan.

Renungan Kamis

0

Baru tadi dapet dimilis…

Seorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam dua
tanaman yang sama pada lahan yang sama, yang membedakan hanyalah bagaimana cara
dia merawat tanaman tersebut. Tanaman yang pertama disirami secara rutin tiap
pagi sore, sedangkan tanaman yang kedua disirami dua hari sekali. Ketika tanaman
itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tersebut.
Perbedaannya cukup mencolok. Dibutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk
mencabut akar dari tanaman yang pertama. Untuk tanaman yang kedua, dibutuhkan
waktu lebih lama yaitu empat menit untuk bisa mencabutnya!
Mengapa hal itu bisa terjadi? Tanaman yang pertama cukup dimanjakan dengan air
yang ia dapat dengan mudah, sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah
yang lebih dalam. Sedangkan tanaman yang kedua karena mendapat suplai air yang
lebih sedikit, maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air sehingga
didapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah.

Cara Tuhan mendidik kita tak jauh beda dengan illustrasi tersebut. Bayangkan
saja jika Tuhan memanjakan kita dengan mengabulkan semua doa yang kita minta
atau tidak pernah mengijinkan penderitaan dan masalah hidup. Tentu ini akan
membuat kita jadi orang yang manja. Tak hanya itu, kita akan menjadi orang yang
cengeng. Akibatnya akar iman kita tidak kuat dan ketika permasalahan terjadi,
dengan mudahnya kehidupan kita tumbang!
Tuhan sangat mengasihi kita, itu sebabnya Dia selalu mendewasakan dan melatih
akar iman kita. Mengijinkan penderitaan, masalah, tekanan hidup atau keadaan
yang tidak menyenangkan, dengan harapan bahwa akar iman kita terus mencari
“Sumber” yang sejati. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memilih untuk menjadi
orang yang manja dengan akar yang rapuh, ataukah menjadi orang yang didewasakan
oleh Tuhan?

Tanpa masalah, kita hanya akan menjadi orang yang manja dan dengan akar iman
yang rapuh.

Semoga dapat menjadi pencerahan….

Go to Top