Archive for August, 2008
Rahasia Tanggal Lahir
0Tanggal Lahir
- Mandiri, percaya diri, praktis, rasional & idealis.
Percintaan: Pribadi biasa, sangat membutuhkan seseorang yang sangat mengerti dan dapat memberikan dorongan dalam karir dan cinta.
.
- Sensitif, emosional, mudah terpengaruh dan moody.
Percintaan: Cocok dengan orang yang bisa memberikan motivasi hidup dan pemahaman diri.
.
- Adaptif, sosialis, dinamis, disukai banyak orang dan komunikatif.
Percintaan: Mampu menyenangkan pasangan, cepat dalam mencari pengganti pasangan, apabila putus.
.
- Berjiwa pemimpin, pengusaha dan enterpreneur, mampu membuat suasana kerja nyaman, disiplin. Kaku dan konservatif.
Percintaan: Harus mampu beradaptasi dengan pasangan dan keluarganya dengan jalan tidak terlalu jaga image (JAIM).
.
- Adaptif, drama queen (tukang membumbui cerita) , menyenangkan, dan seorang teman baik.
Percintaan: Akan mencari pasangan yang terbaik sesuai kehendaknya dan akan setia.
.
- Sensitif, penyayang binatang dan pecinta alam. Senang pujian dan penghargaan. Menyendiri dan besar kepala.
Percintaan: Setia pada paangan, namun tidak berniat untuk menikah ataupun punya anak.
.
- Penyendiri, perenung dan percaya hal mistis. Sangat keras kepala dan bertanggung jawab. Cocok dibidang keuangan.
Percintaan: Harus belajar beradaptasi dengan pasangan.
.
- Berwawasan luas, bertipe enterpreneur, mempunyai ide-ide cemerlang, dermawan dan suka pamer.
Percintaan: Harus memperhatikan hal-hal kecil dalam kehidupan percintaannya.
.
- Berwawasan luas, berpendidikan tinggi, terlalu fokus pada ilmu pengetahuan.
Percintaan: Cocok dengan orang yang memiliki minat dan kepribadian yang sejenis.
.
- Punya banyak minat dan bakat, multi talent dan multi fungsi. Mampu menjadi mentor yang baik. Sayang kepada keluarga dan materi.
Percintaan: Banyak disukai lawan jenis.
.
- Inspiratif, imajinatif, tekun, cerdik dan impulsif. Mudah ragu, tegang dan gugup. Tidak mudah mengalah dan picik.
Percintaan: Butuh pasangan yang mampu meredam emosinya.
.
- Pintar bicara, pendebat ulung dan rajin belajar.
Percintaan: Pintar merayu dan punya banyak kesempatan untuk selingkuh.
.
- Rapi, teratur, bertangan dingin, spiritual dan suka berada dirumah.
Percintaan: Harus mampu mengungkapkan perasaan dan kemauannya nya secara benar supaya langgeng.
.
- Spekulatif, oportunis, logis, introvert, hedonis.
Percintaan: Suka gonta-ganti pasangan.
.
- Mandiri, keras kepala, beruntung, ringan tangan dna mempunyai hobi seni.
Percintaan: Tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan cintanya.
.
- Penyendiri, mudah gugup, mudah tersinggung, mudah putus asa dan suka menunda. Cocok jadi filsuf.
Percintaan: Cocok dengan pribadi yang aktif tapi mandiri.
.
- Selalu berkembang dan belajar, penasaran dan idealis.
Percintaan: Cocok dengan orang yang lebih pintar dari dirinya.
.
- Dinamis, sosialis, suka membantu sesama, mandiri dan efisien.
Percintaan: Harus mampu melibatkan pasangannya dalam aktifitasnya apabila ingin langgeng.
.
- Multi talent, mandiri, ulet, praktis, mampu melanggar aturan untuk sesuatu yang lebih besar.
Percintaan: Harus mencari sosok yang mempunyai bakat dan sifat yang sama.
.
- Non risk taker, suka ketenangan, sabar dan suka pekerjaan dengan menggunakan otak.
Percintaan: Mencintai pasangan apa adanya.
.
- Penyuka seni, imajinatif, kreatif, unik, orisinil, namun kurang fokus dan kurang serius.
Percintaan: Pasif dan butuh bantuan pasangan untuk mengarahkan imajinasinya.
.
- Bersemangat tinggi, gairah hidup tinggi, anggota team yang baik, ketrampilan terbatas.
Percintaan: Harus bisa memprioritaskan pasangan diatas keluarga/kelompok.
.
- Bertanggung jawab, praktis, pengertian, setia kawan, populer, dan cukup beruntung.
Percintaan: Cocok dengan rekan seprofesi.
.
- Fokus dalam tindakan, konsisten, menghargai waktu, kurang memperhatikan penampilan, fokus kepada kerjaan.
Percintaan: Mudah depresi dan pencemburu.
.
- Mempunyai kemampuan/intuisi batin yang baik, suka berterus terang, rendah diri, idealis. Mudah bimbang, kurang konsentrasi dan pemalas. Harus bisa mengendalikan sifat negatifnya untuk sukses.
Percintaan: Percaya pada intuisi yang (seharusnya) semakin matang.
.
- Suka tergesa-gesa, membuang waktu, tidak fokus, tidak optimal, suka menolong sesama. Harus bisa fokus dan konsisten untuk sukses.
Percintaan: Cepat menikah dan mencintai keluarga dan pasangannya.
.
- Multi talent yang berkaitan dengan keuangan, tidak suka jadi bawahan, tekun. Kurang bertanggung jawab, namun religius.
Percintaan: Agak berlebihan, harus di kurangi sedikit.
.
- Mendewakan cinta, dan bersandar pada cinta saja.
Percintaan: Butuh seseorang yang mampu memberi respon dan motivasi yang positif.
.
- Moody, kalau positif : Peduli sesama, pembawa kegembiraan, pembawa perdamaian. Negatif? Kebalikannya.
Percintaan: Sesuai dengan mood yang di ikuti.
.
- Mudah gugup, berpikir pendek, malas kerja, pengambil keputusan, mau menang sendiri.
Percintaan: Butuh pasangan yang mampu memberikan pujian, penghargaan dan lain sebagainya.
.
- Susah mengungkapkan perasaan, sering aneh-aneh, mudah kecewa, tidak sabaran. Bisa berkembang dan sabar dengan tanggung jawab.
Percintaan: Cepat menikah dan bertanggung jawab.
Jawaban Doa
0CERITA DARI AFRIKA
Suatu malam saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah bangsal rumah sakit; tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan meninggalkan bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun yang menangis.
Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, Karena kami tidak punya incubator ( kami tidak punya listrik untuk menyalakan incubator), kami juga tidak punya makanan khusus bayi.
Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malam hari seringkali udara sangat dingin dan anginya kencang.
Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi dengan kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas. Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata meledak (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)
“Dan ini adalah botol air panas terakhir kita,” dia berseru.
“Oke,” kataku, “taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman, dan tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaga nya dari angin. Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat.”
Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku. Aku berikan mereka bermacam-macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada
mereka tentang bayi mungil itu.
Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat, menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan mudah meninggal bila kedinginan. Saya juga bercerita pada mereka tentang saudara perempuannya yang berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya meninggal.
Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat seperti anak Afrika kami.
“Tolong, Tuhan” dia berdoa, “kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore
ini.”
Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia menambahkan, “Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bhw Engkau sungguh mengasihinya? ”
Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya. Dengan sungguh-sungguh kukatakan, “Amin”. Oya aku tahu bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian. Tapi pasti ada batasnya, kan ? (pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)
Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa-doa kami yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan. Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimiku bingkisan, siapa yang akan memberi botol air panas. Sebab aku tinggal di daerah Tropis!
Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil didepan pintu rumahku.
Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi disana, di beranda, ada dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih dimataku.
Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak-anak yatim piatu untuk membantuku. Bersama-sama kami menarik talinya, dengan hati-hati membuka simpulnya. Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat. Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut dari atas. Aku mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah. Mata kami langsung silau melihatnya. Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit bosan.
Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue kismis di akhir pekan.
Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa …. benarkah ini??
Aku menariknya keluar … yaa … ini baru, botol air panas karet. Aku menangis terharu.
Aku meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa Dia benar-benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. Ia cepat2 maju, sambil menangis, ” Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia harus mengirim bonekanya juga!”
Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil, boneka bergaun indah.
Matanya berkilau ! Dia tidak pernah sangsi! Sambil melihatku, dia berkata : ” Dapatkah aku pergi bersamamu &
memberikan boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu, Yesus sangat mencintainya? ?”
Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu.
Dibungkus oleh Siswa Kelas Hari Mingguku, yang mana saat mempersiapkan parcel itu, Tuhan telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air panas walaupun di daerah Tropis. Lalu salah satu dari siswaku juga telah memberikan boneka untuk dikirimkan ke anak Afrika – Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya, sebagai jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun untuk membawanya “sore itu”
(Yesaya 65:24)
“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. ”
Bapa, aku memintamu untuk memberkati teman-temanku yang membaca tulisan ini. Aku memintaMu untuk memberi semangat kepada para Pelayan Tuhan setiap saat.
Dimana ada kesesakan Kau berikan damai dan kemurahanMu.
Dimana ada keraguan, Kau perbaharui keyakinan untuk bekerja diantara mereka.
Disaat lelah serta letih, aku mohon supaya Engkau memberikan mereka pengertian, bimbingan & kekuatan supaya mereka selalu belajar untuk taat kepada PimpinanMu.
Dimana mereka merasa hanya diam di tempat, aku memohon kepadaMu untuk menyatakan keberadaanMu & menggambarkan pada mereka betapa indahnya bergaul akrab denganMu.
Dimana ada ketakutan & kekhawatiran, Nyatakan kasihMu dan tunjukkan kebesaranMu kepada mereka.
Saat dosa menutupi mereka, nyatakan itu, dan patahkan belenggu yang melingkupi kehidupan teman2ku.
Berkati keuangan mereka, berikan mereka visi yang besar, dan angkat para pemimpin serta teman2 untuk mendukung & mendorong mereka. Berikan setiap mereka penglihatan untuk menunjukkan adanya kekuatan jahat yang ada
disekitar mereka & nyatakan kekuatan didalamMu untuk mengalahkannya.
Aku berdoa padaMu di dalam Nama Yesus.
Amin!
Tips Keutuhan Perkawinan
0Henry A. Ozirney dalam bukunya Knot Happy: How Your Marriage Can Be (Tate Publishing & Enterprises; New York; 2007) mengatakan, perkawinan merupakan wujud menyatunya dua individu ke dalam satu tujuan yang sama, yakni kebahagiaan yang langgeng bersama pasangan hidup. Namun, rasa cinta saja tak cukup karena akan ada banyak tantangan dan persoalan yang muncul mengusik kehidupan berumah tangga. Nah, saat gangguan itu muncul, ingat-ingatlah 10 tip Ozirney di bawah ini:
- Bersiaplah untuk berkorban.
Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat harus langsung dikesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek. Tentu saja pengorbanan semacam ini harus datang dari kedua belah pihak. Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil. - Tetap punya waktu untuk diri sendiri.
Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan. Punya waktu sendiri memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari kebosanan karena berduaan terus. Disamping itu, sendirian sejenak dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan. - Memelihara keintiman dan romantisme.
Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi pasangan. Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang positif terhadap pasangan menjadi “tabungan” bagi hubungan emosi mereka. Jika “rekening” masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap berlangsung manis di masa datang. Entah sekadar memberi sekuntum bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup. - Pandai mengatur keuangan keluarga.
Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan memberi rasa aman dan bahagia. - Berbagi tugas rumah-tangga dan pengasuhan anak.
Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat menjadi sarana mempererat tali perkawinan. - Komunikasi jujur dan terbuka.
Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Banyak suami-istri berkurang intensitas komunikasinya karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal bagaimana komunikasi bisa terjalin mulus bila pasangan sudah tak saling menyapa. Jadi, cobalah untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari. Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis. Sapaan “selamat pagi” atau “selamat malam” di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing pribadi merasa dibutuhkan. - Jangan memendam masalah.
Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya, seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu dikomunikasikan. Terutama rasa tidak suka atau yang menyinggung perasaan. Bila Anda malu atau sungkan karena khawatir mendatangkan masalah, sebenarnya Anda justru sedang menyimpan bom yang siap meledak sewaktu-waktu. Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Jadi, serba enggak enak, kan? Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun kemukakan kekesalan Anda secara santun dan objektif. Artinya, bila Anda kesal/marah, tunjukkan bahwa Anda hanya ingin dia mengoreksi kelakuannya dan sama sekali bukannya membenci dia sebagai pribadi. - Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.
Ini bukan hanya dalam waktu singkat, tapi berlangsung untuk selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain. Pasangan yang gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi perbedaan dengan bijak. Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan perkawinan. - Bersikap spontan.
Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar, bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam perkawinan. Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh rasa cinta. - Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.
Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis yang tiada habisnya. Selain akan membuatnya merasa berharga di mata Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya. Begitu juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.
Untuk menerapkan 10 tip tadi memang tak selalu mudah, tapi percayalah kunci-kunci ini yang dapat menyelamatkan perkawinan.
Five Blogging Techniques
0When someone first discovers your blog, it’s much like that awkward first date. Will they like your appearance, do they find you interesting, and did you remember to brush your teeth? As a blogger, your goal is to demonstrate that you’re worthy of a second date and perhaps even marriage–or at least worth subscribing to your RSS feed.
To convince your readers that you’re worth their effort, you need to make a great first impression. Your blogging reputation may not proceed you, but there are five rules that every blogger should follow–if you want to make a great first impression and grow your audience.
Rule 1: Dress Your Blog to Impress
That free WordPress theme you’re using on your blog might be enough to impress a few readers, but if it’s the same theme used by dozens of other blogs, you’ll blend into the crowd. Just as you’d consider a new suit a great investment for impressing your date, you should consider a custom design a great investment for your blog.
When I first started Yohanes.BudiLelono.web.id, I used a really bad off-the-shelf theme. Two years ago, I invested in a custom designed sNews theme. Did it help me dress to impress? Within one month of launching the new design I doubled the number of RSS subscribers and attracted new advertisers–which more than paid for the cost of the theme.
Rule 2: Mind Your Blog Language
Blogging lends itself well to a casual attitude. What does it matter if you don’t spell-check your post? Why worry if you happen to insert an expletive here or there? Well, if you were to turn-up to your first date and subsequently cuss throughout dinner, or utter sentences such as “I is very smart,” what do you think you chances would be of getting a second date?
You should understand that the voice and style you use in your blog posts, reflects on your blogging reputation. Whether you’re hoping to land that new job, attract new advertisers, or just want to increase the number of people that link to you posts, you’ll be judged by what you say in your blog posts.
Rule 3: Always Bring a Gift
If you want to make a great first impression, bring a gift on your date. Likewise, if you want to build your reputation as blogger, you should shower your readers with gifts. Now, I don’t mean you have to give away an iPod every week–although I’ve certainly gained readers with such promotions–but you can give them ideas, tips, and insight that they can’t find anywhere else.
Rule 4: Listen as Much as You Talk
Do you know what happens if you spend your entire date talking about yourself? You don’t get a second date! The same is true with your blog. Sure, your readers want to hear your advice, thoughts, and opinions, but you’ll build your reputation as a blogger by learning to listen to them.
I know what you’re thinking: “readers are free to leave their comments.” Whoopdedo! Do you actually read their comments? How about responding to them? I make a point of reading every comment left on my blog. If a reader has taken the time to share their thoughts, you might just learn something from them. Go one step further and engage them in a conversation, and you’ll build a reputation of being a fantastic blogger.
Rule 5: Don’t Let the Flame Burn Out
What do you think would happen if you went on a dozen great dates, then didn’t phone the object of your affection for two months? Do you think they’d readily come back to you? So why would you blog consistently for a month, then not update you blog for 8 weeks?
If you post once a day–or once a month–they’ll get used to that schedule. Stick to it! Nothing kills a romance faster than ignoring your amore’s phone calls, and nothing kills your blogging reputation faster than going quiet without an explanation.
Of course, like a romantic relationship, blog relationships take more than just making a great first impression.
Mendidik Anak Tanpa Kekerasan
0Artikel ini di copy paste dari sebuah Artikel di sini.
Seringkali orangtua menanyakan ke saya “Anak saya ini kalau diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?”.
Mendengar pertanyaan ini, seringkali saya jawab dengan singkat “Kenapa musti harus dengan kekerasan?”. Dan seringkali saya menceritakan kisah di bawah ini agar mereka mengerti apa maksudnya Mendidik Anak Tanpa Kekerasan.Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi, memberi ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu kisah dalam hidupnya:
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orangtua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, ditengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Pada suatu saat, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya mengerjakan beberapa pekerjaan tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu setiba di tempat konferensi, ayah berkata “Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”
Segera saja saya menyelesaikan pekerja-pekerjaan yang diberikan oleh ayah dan ibu. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjuk pukul 17.30, langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00!!!
Dengan gelisah ayah menanyai saya “Kenapa kau terlambat?”. Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton bioskop sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.”
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga engkau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkanlah ayah pulang berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”
Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Seringkali saya berpikir mengenai kejadian ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik tanpa kekerasan ? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu, menyadarinya sedikit dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terasa kemarin. Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.
Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat di bawah sadar seorang anak maka informasi itu akan langsung mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis yang sangat kuat. Apakah hal sebaliknya bisa terjadi? Ya bisa saja! Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai. Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri yang kuat dan terlatih. Janganlah bertindak karena reaksi spontan belaka dan kemudian menyesal setelah melakukannya.
Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang ke masa di mana anak-anak kita masih kecil sekali maka di masa itulah semua “bibit” perilaku dan sikap ditanamkan. “Bibit” perilaku dan sikap inilah yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. Siapakah yang menanamkan “bibit” perilaku dan sikap itu untuk pertama kalinya? Ya anda pasti sudah tahu jawabnya, kitalah orangtua yang menanamkan segala macam “bibit” perilaku dan sikap itu.
Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan pengasuhnya (baby sitter)? Ya berdoalah semoga pengasuh anak anda mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak anda secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) anda mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, berucap dan bertindak dengan baik agar anak anda memperoleh “bibit” sikap dan perilaku yang baik.
Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu “sebab”. Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan “akibat” dari suatu “sebab” yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi “akibat” tanpa “sebab”? Mungkinkah anak kita berbohong tanpa sebab, mungkinkah anak kita “nakal” tanpa sebab, mungkinkah anak kita rewel tanpa sebab? Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang bagaimana bertindak dan bersikap?
Sewaktu kita mempunyai anak maka kita menjadi orangtua, tetapi kita tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua. Kita mempunyai pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita sendiri dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?
Perlakukan anak-anak seperti kita ingin diperlakukan! Jangan perlakukan anak-anak seperti apa yang dilakukan orangtua pada kita.
Behind The News – JanjiMu Seperti Fajar
0JanjiMu Seperti Fajar
Pernah denger soundtrack sinetron ini nggak?
Taukah siapa yang membuat lagu ini?
Tahu cerita dibalik lagu ini?
Pengalaman lagu ini seindah lirik yang di kandungnya. Berikut saya sertakan ceritanya…[break] (dapet dari milis), semoga bermanfaat.
Nama saya Afen Hardianto.
Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang.
Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.
Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya.
Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya.
Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :“jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang Afen”
Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan megharapkan akan berujung pada perceraian.
Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis.
Saya berkata kepada Tuhan :
” Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?”
Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : “JanjiMu Seperti Fajar”, dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.
Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya.
Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan saya.
Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan yang normal dan sehat.
Dan setelah keluarga saya kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.
Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku,
suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan,
suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku,
semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(from Afen Hardianto via milis)



